Ferdowsi Lahir
15 Mei tahun 941, Abul Qasim
Ferdowsi, seorang penyair besar Iran, terlahir ke dunia. Ferdowsi terkenal
di seluruh dunia atas karya legendarisnya Shahnameh atau “Kisah Raja-Raja”.
Penulisan buku itu dilakukan Ferdowsi sejak usia muda. Hingga akhir hayatnya,
Ferdowsi melakukan penelitian atas buku itu, serta berkali-kali melakukan
perubahan, penambahan, dan perbaikan. Shahnameh adalah salah satu warisan
budaya yang bernilai tinggi yang dimiliki bangsa Iran selama ribuan tahun.
Di dalamnya tersimpan catatan mengenai budaya dan sejarah Iran sejak zaman
kuno sampai masa menjelang tersebarnya Islam di Persia. Menurut Ferdowsi,
masa penulisan buku ini memakan waktu 30 tahun. Shahnameh telah
diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk ke dalam bahasa
Indonesia. Kelegendarisan Ferdowsi membuat hari kelahirannya setiap tahun
diperingati bangsa Iran sebagai “Hari Penghormatan Ferdowsi.”
Kapal Uap Pertama Dibangun
15 Mei tahun 1776, kapal uap pertama
dibangun oleh seorang bangsawan Perancis, Marquis de Jouffroy d'Abbans.
Sebenarnya, ada banyak perselisihan pendapat mengenai siapa sesungguhnya
yang membuat kapal uap pertama karena Inggris, Perancis, dan Amerika
sama-sama mengklaim bahwa mekanik dari negara merekalah yang pertama kali
membuat kapal uap. Namun, sebagain besarnya sepakat bahwa usaha serius
pertama dalam pembuatan kapal uap dilakukan oleh Marquis de Jouffroy.
Awalnya Marquis de Jouffroy belajar di bidang filsafat dan sastra, namun
kemudian bergabung dalam militer Perancis dan di sanalah ia banyak
membelajari navigasi uap. Pada tahun1775 dia pergi ke Paris untuk
mempelajari mesin uap yang diciptakan James Watt dan akhirnya membuat kapal
eksperimen dengan menggunakan mesin uap yang berhasil berlayar di sungai
Doubs di Perancis pada tahun 1776.
Jerman Menduduki Belanda
15 Mei tahun 1940, setelah melakukan
serangan besar-besaran, tentara Nazi Jerman akhirnya berhasil menduduki
Belanda. Sebelum terjadinya serangan tersebut, Duta Besar Jerman untuk
Belanda menyampaikan deklarasi bahwa tentara Jerman akan dating ke Belanda
dan bila pemerintah Belanda tidak melakukan perlawanan, Jerman akan
menjamin kemerdekaan kerajaan Belanda. Namun, Ratu Wilhelmina dari Belanda
menolak tawaran itu dan mengeluarkan pengumuman bahwa serangan Jerman
merupakan pelanggaran hukum internasional dan meminta rakyat Belanda untuk
berjuang membela tanah air. Namun, ketika Jerman memulai serangannya,
Belanda tidak mampu berbuat banyak dan hanya dalam lima hari, Belanda
diduduki oleh Jerman. Hitler kemudian mendirikan pemerintahan baru di
Belanda yang brealiran Nazi. Sementara itu, Ratu Wilhelmina beserta
keluarganya melarikan diri ke Inggris pada tanggal 14 Mei dan tinggal di
sana sampai Nazi berhasil dikalahkan pasukan Sekutu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar